PANGKALPINANG– Capaian program imunisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga periode Mei 2026 dilaporkan masih berada di bawah target yang ditetapkan dalam Renstra Imunisasi Kemenkes RI Tahun 2025-2029. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine saat menyampaikan arahan dalam Rapat Evaluasi Penggunaan ASIK Program Imunisasi yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Dinkes Babel dan secara virtual pada Selasa (09/06/2026).
"Berdasarkan data per 8 Juni 2026, belum ada satu pun dari tujuh kabupaten/kota yang berhasil mencapai target cakupan untuk imunisasi bayi lengkap, imunisasi MR1 pada bayi, serta imunisasi lengkap pada baduta," jelas Ria.
Menurutnya, analisis data menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara pencatatan manual di lapangan dengan data yang terinput pada aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat Indonesiaku).
"Misalnya, untuk imunisasi bayi lengkap, terdapat selisih 1.277 anak yang tercatat secara manual, tetapi belum diinput ke dalam sistem ASIK," lanjutnya.
Kesenjangan serupa juga ditemukan pada jenis imunisasi lainnya, lanjutnya. "Bangka Barat tercatat sebagai wilayah dengan gap penginputan data terbanyak di hampir seluruh indikator," ujarnya.
Merespons kondisi ini, lanjutnya, tim Dinkes Babel mengingatkan seluruh kabupaten/kota untuk segera melakukan percepatan pelaksanaan program.
"Kami menyadari bahwa capaian saat ini masih perlu ditingkatkan agar selaras dengan target yang telah ditetapkan," tuturnya.
"Kunci utamanya adalah komitmen seluruh kabupaten/kota dalam memperkuat upaya penelusuran sasaran dan pelaksanaan *sweeping* hingga ke tingkat puskesmas dan desa," tambah Ria.
"Perlu ada peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan data menjadi prioritas utama untuk menyinkronkan data manual dengan sistem digital," pungkasnya.
Ria berharap tidak hanya dari sisi pencatatan dan pelaporan data, tindak lanjut terhadap pelayanan juga harus tetap menjadi fokus.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meiristia Qomariah mengungkapkan bahwa bahwa permasalahan kendala teknis dalam penginputan data ASIK juga menjadi perhatian serius.
"Kami akan segera menindaklanjuti kendala penginputan data pada ASIK melalui koordinasi dan pendampingan intensif bersama Helpdesk ASIK serta Tim Transformasi dan Digital Kesehatan (TTDK) Kementerian Kesehatan agar akurasi data dapat terjamin," tambahnya.
Hingga saat ini, lanjutnya, hanya Kabupaten Belitung yang tercatat berhasil mencapai target untuk indikator imunisasi antigen baru sebesar 30,42% melalui sistem ASIK, sementara indikator lainnya masih memerlukan usaha keras dari seluruh wilayah.
"Pencapaian imunisasi di Bangka Belitung masih jauh dari target yang diharapkan, dengan total pencapaian baru berada di angka 17,20 persen, sementara target yang harus dicapai adalah 39,58 persen," urainya.
"Saat ini, Belitung memiliki capaian imunisasi tertinggi di angka 32,7 persen, sementara Bangka Barat memiliki capaian imunisasi terendah di angka 8,2 persen," lanjutnya.
Meiristia mengingatkan masih terdapat kabupaten dengan cakupan di bawah 50 persen. "Diperlukan kerja sama yang intensif dan pendampingan berkelanjutan, termasuk melalui *helpdesk* agar kendala di lapangan, khususnya terkait proses penginputan data, dapat segera teratasi," ujarnya
.
"Tim Dinkekes Babel akan mengevaluasi secara berkala dan berjenjang guna memastikan progres peningkatan cakupan imunisasi dapat terus dipantau. Kami berharap segera ada perbaikan dan peningkatan yang signifikan," pungkas Meiristia.